Sahabat Rumah Digital yang Budiman,.. Tak lupa Kita panjatkan Puji dan Syukur kepada Pencipta alam semesta, olehkarenaNya kita bisa berjumpa kembali dalam rangkaian kata hari ini.
Saudaraku, Hari ini Rumah Digital ingin berbagi cerita tentang Kementerian Komunikasi dan Informatika, yang alhamdulillah konten ini kami ambil dari salah satu situs menteri desa yang ada di negara yang kita cintai ini.

SIARAN PERS NO. 372/HM/KOMINFO/10/2021

Siaran Pers No. 372/HM/KOMINFO/10/2021

Jumat, 15 Oktober 2021

Tentang

Lewat Laporan Tahunan Kedua, Pemerintah Diseminasikan 3 Kebijakan dan Gotong Royong Penanganan Pandemi

Sejak 20 Oktober 2015, keberadaan laporan tahunan menjadi salah satu tradisi keterbukaan di lingkungan pemerintah. Melalui laporan itu, Pemerintah memaparkan program prioritas dan capaian pelaksanaan  secara umum kepada publik setiap tahun. 

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menjelaskan Laporan Tahun Kedua Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin lebih mengedepankan diseminasi informasi tiga kebijakan Presiden dan gotong royong dengan rakyat dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

“Dalam laporan tahunan kali ini, pemerintah memberikan perhatian yang cukup pada diseminasi yang baik agar masyarakat bisa memberikan pandangan secara objektif. Laporan tahunan kali ini lebih mengekspresikan sikap gotong-royong kita dan mengagungkan rakyat karena memang dari sebuah peristiwa besar pandemi (Covid-19) yang terjadi, sehingga tidak bisa pemerintah bekerja sendirian,” jelasnya dalam Forum Temu Pemimpin Redaksi Media Nasional di Mandarin Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (15/10/2021). 

Selama menangani pandemi dalam setahun belakangan ini, Kepala KSP Moeldoko menyampaikan, Kepala Negara telah memberikan 5 arahan strategis menuju masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur.

“Dengan pembangunan sumber daya manusia, tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur, perbaikan atau penyederhanaan regulasi, penyederhanaan reformasi birokrasi, dan terakhir adalah transformasi ekonomi,” paparnya.

Kelima arahan itu menjadi panduan jalan implementasi kebijakan dan program pemerintah yang berlangsung di tengah situasi krusial pandemi. Menurut Moeldoko, semua negara mengalami situasi yang sama, namun Presiden Joko Widodo mampu mengambil langkah penyelesaian atas dampak pandemi.

“Covid-19  membawa sebuah surprise bagi semua kepala negara di dunia. Untuk itu, dalam situasi ini yang  kritikal ini yang perlu kita catat adalah Bapak Presiden mampu membuat sebuah keputusan dalam critical problem solving yang luar biasa,” tuturnya.

Kantor Staf Presiden tengah menyiapkan sebuah buku laporan di tahun kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Kyai Haji Ma’ruf Amin (2019-2024). Menurut, Kepala KSP Moeldoko, laporan tahun ini berbeda dengan laporan tahun sebelumnya. 

“Dalam periode pertama Kabinet Indonesia Maju tahun 2020, lewat laporan tahun pertama, Pemerintah memberikan kesempatan seluruh pemangku kepentingan yang ingin mendapatkan perspektif lebih utuh tentang program pemerintah sebagai implementasi Visi dan Misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin,” jelasnya.

Tiga Kebijakan

Laporan Tahun Kedua Pemerintahan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin lebih banyak menjelaskan upaya pemerintah dalam menangani pandemi. Menurut Moeldoko situasi pandemi ini mempengaruhi pelaksanaan rencana dan program pemerintah.  

“Berbagai kebijakan penting akan disampaikan dalam laporan itu, sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lebih utuh, termasuk tantangan dan capaian,” jelasnya. 

Secara khusus, Kepala KSP menyatakan dalam penanganan Covid-19, Presiden Joko Widodo menekankan tiga kebijakan untuk melindungi masyarakat dari dampak pandemi Covid-19 di sektor kesehatan dan ekonomi. 

“Pertama, Bapak Presiden selalu menekankan agar jangan ada masyarakat yang menjadi korban. Untuk itu, pendekatan kesehatan dengan segala cara dilakukan. Berikutnya, memastikan tidak ada lagi masyarakat yang lapar atau perutnya kosong. Untuk itu, berbagai kebijakan bantuan sosial digelontorkan. Ketiga, tidak ada dunia usaha yang berhenti. Apakah itu semuanya diberikan insentif dan berbagai kebijakan yang memberikan kemudahan,” paparnya.

Kepala KSP Moeldoko menegaskan dalam menghadapi pandemi, Presiden Joko Widodo menggunakan strategi gas dan rem guna menyeimbangkan penanganan sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional.

“Presiden Joko Widodo selalu menggunakan pendekatan gas dan rem, baik itu korporasi maupun Koperasi  UMKM. Semuanya diberikan insentif dengan berbagai kebijakan dan kemudahan, juga bantuan-bantuan tentunya. Itu critical problem solving yang menonjol,” paparnya.

Acara yang dihadiri Menkominfo Johnny G. Plate itu dipandu langsung oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Usman Kansong. Selain pemimpin redaksi media di Indonesia, hadir pula Sekretaris Ditjen IKP, Sumiati, Direktur Tata Kelola Kemitraan Komunikasi Publik Hasyim Gautama, dan Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan Bambang Gunawan.

Hadir pula Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary, Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Wiryanta, dan Direktur Pengelolaan Media Nursodik Gunarjo, serta pejabat Kantor Staf Presiden.  

Biro Humas Kementerian Kominfo
e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
Telp/Faks : 021-3504024
Twitter @kemkominfoFB: @kemkominfoIG: @kemenkominfo
website: www.kominfo.go.id

© #Kementerian #Komunikasi #dan #Informatika www.kominfo.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *